Prosedur Membuat Kebun Vertikal

TAHAP PERSIAPAN

Sebelum membangun kebun vertikal, sebaiknya kita persiapkan segala sesuatunya yang berkenaan dengan kebun dimaksud.Barang-barang atau bahan-bahan yang kita persiapkan adalah:
  1. Paralon (boleh menggunakan bambu)
  2. Gergaji
  3. Bor dengan mata 3 - 5 cm
  4. Meteran untuk membuat titik-titik yang akan dilubangi
  5. Spidol untuk menandai lubang yang akan dibuat
  6. Ember atau pot bunga dengan lubang dibawahnya untuk dudukan paralon
  7. Semen 2 kg untuk 4 paralon
  8. Pasir adukan
  9. Sendok pengaduk semen
Dengan alat-alat dan bahan di atas kita siap masuk ke step selanjutnya.

Pada tahap ini paralon ukuran panjang 4 m boleh kita potong menjadi 2 (masing-masing dengan ukuran tinggi 2 m), atau menjadi 3, atau 4 (masing-masing dengan ukuran tinggi 1 m). Saya sendiri memilih memotongnya menjadi 4, sehingga mendapatkan paralon ukuran 1 meter tingginya. Lalu paralon kita ukur untuk menetapkan posisi lubang dengan tujuan agar susunan lubangnya rapi. Jarak lubang di dua sisi yang berlawanan kita atur berjarak 10 cm, sementara di sisi sampingnya kita lubangi di antaranya (selang seling).

Menentukan lubang

Setelah itu kita gunakan bor dengan mata berukuran antara 3 cm atau 4 cm (sesuai ukuran lubang yang kita inginkan) untuk melubangi paralon seperti terlihat pada gambar berikut:

Persiapan kebun tumbuh,kebun vertikal

Bentuk paralon yang sudah dilubangi bisa dilihat pada gambar berikut.

Paralon selesai dilubangi

Lalu paralon kita cor ke dalam ember plastik khusus untuk tanaman, karena sudah ada lubang di bagian bawahnya. Tujuan paralon dicor ke ember plastik (bukan ditanam ke tanah) adalah untuk memudahkan diputar atau dipindahkan lokasinya. Terutama disebabkan karena kebanyakan lahan yang tersedia di rumah-rumah perkotaan sudah diplester dengan semen dan bahkan telah dikeramik. 

Mengecor paralon
Mengecor paralon

Setelah itu kita mengisikan tanah ke dalam paralon. Sebaiknya paralon dibungkus dulu dengan kertas koran agar tidak banyak tanah yang terbuang melalui lubang yang ada. Tanah tersebut kita padatkan dan didiamkan beberapa hari. Di bagian tengah boleh kita beri pipa paralon kecil yang telah dilubangi dengan paku kecil yang tujuannya untuk mendistribusikan air secara merata ke tanah dalam paralon nantinya.

Mengisi paralon dengan tanah

Lalu aduk 1 sendok makan Pupuk Padat (lihat gambar Produk Pupuk Be-Natural) ke dalam air sesuai kebutuhan. Sebuah paralon ukuran 2 meter membutuhkan 1 liter air berisi larutan Pupuk Padat. Jadi apabila Anda memiliki 10 paralon, campurkan 2 sendok Pupuk Padat ke dalam 10 liter air.

Pupuk padat dicampur ke air

Selanjutkan siramkan air bercampur Pupuk Padat tersebut ke tanah dalam paralon, melalui saluran pipa kecil di bagian tengah. Lalu tanah didiamkan selama 1 minggu. Tujuan menyiram tanah dengan larutan Pupuk padat ini adalah untuk memperbaiki struktur tanah (menyuburkan tanah) dalam paralon, dan mendiamkan tanah selama 1 minggu untuk membiarkan tanah dalam paralon menjadi padat. Pada periode ini biasanya tanah dalam paralon akan turun ke bawah karena memadatkan dirinya sendiri. Kita tambahkan tanah baru ke dalam paralon bagian atas.

TAHAP MENANAM BENIH DAN PEMELIHARAAN TANAMAN

Pada tahap ini, siapkan benih dan air yang dicampur dengan pupuk cair dan / atau hormon (lihat jenis produk Pupuk Be-Natural).

Prosedurnya adalah sebagai berikut:
  1. Siapkan atau beli benih cabai atau sayuran di penjual bibit seperti Trubus. Anda bisa membuat bibit sendiri, misalnya dengan membeli cabai yang sudah matang penuh, dan bijinya dijemur atau dikeringkan.
  2. Ambil 1 cc Pupuk Cair atau Hormon (1/10 isi tutup botol), dan campur dengan 100 ml air (bisa menggunakan gelas Aqua).
  3. Rendam benih yang ada ke dalam campuran Pupuk Cair dengan air tadi selama 1 jam. Benih yang mengapung tidak dipakai alias dibuang karena tidak baik. Ambil benih yang tenggelam. Lihat gambar.
  4. Tanam 2 butir benih ke dalam lubang yang telah dibuat di paralon. Benih yang pertumbuhannya lebih kerdil dicabut, agar benih yang lebih besar bertumbuh dengan baik. Lihat gambar bagaimana benih ditanam ke lubang di paralon.

Benih direndam di campuran pupuk cair dan hormon

bibit cabai


Dalam jangka waktu 5 hari biasanya tanaman sudah mengeluarkan daun pertama. Pada saat ini, lakukan prosedur sebagai berikut:
  1. Saat tanaman mengeluarkan daun lebih dari 2 lembar dan cukup kuat, semprot daunnya dengan campuran 8 cc Pupuk Cair + 2 cc Pupuk Hormon dengan 1 liter air. Gunakan alat penyemprot tanaman.
  2. Lakukan penyemprotan dengan campuran Pupuk Cair dan Pupuk Hormon dengan air ini setiap 5 hari sekali sampai tanaman mengeluarkan bunga. Waktu penyemprotan terbaik adalah pagi hari antara jam 6 s/d 9 pagi atau sore hari antara jam 4 sampai dengan 6 sore.
  3. Lakukan penyemprotan campuran Pupuk Cair dan Hormon ini secara berkala (5 hari sekali) sampai tanaman mengeluarkan buah, seperti cabai, tomat, terong dan lain-lain. Frekuensi penyemprotan bisa saja dipersering menjadi 2 atau 3 kali sehari.
Berikut adalah gambar dari tanaman cabai usia 5 hari mengeluarkan 2 lembar daun, tanaman cabai usia 2 minggu, 1 bulan, dan 2 bulan saat tanaman cabai mengeluarkan buah, maupun saat tanaman cabai mulai matang dan berwarna merah.

Tanaman cabai mengeluarkan daun

tanaman cabai  2 minggu

Tanaman 1 bulan

Tanaman cabai 2 bulan




TAHAP PANEN

Dalam contoh yang ada, yaitu kita menanam bibit cabai atau cabe merah, maka dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan, cabai sudah banyak yang berwarna merah dan siap dipanen.

Cabai merah yang tidak menggunakan pupuk organik, biasanya hanya menghasilkan 1,5 - 2 kg saja per batang, sementara tanaman cabai merah yang menggunakan pupuk organik bisa mencapai 4 - 5 kg per batang.

Apabila pada 1 paralon ukuran tinggi 2 meter diperoleh 25 buah lubang alias 25 batang cabai merah, maka minimal akan diperoleh 100 kg cabai merah per paralon.

Tanam Cabai,Bisnis Cabe

26 comments:

  1. wah, ini penting buat dibookmark.

    bisa jadi solusi intensifikasi lahan buat dirumah

    ReplyDelete
  2. keren....terima kasih informasinya...

    tapi ngomong-ngomong kalau tak pakai upuku sama sekali, bagaimana kira2? atau kalau menggunakan pupuk organik bagaimana?

    ReplyDelete
  3. Pak Robert boleh minta info using literatur or sheet copy krn klu by on line suka error jaringannya? Maklum di manado signal masih suka berebutan atw jaringannya mungkin perlu di kasih pupuk organik kali ya he he he thanks

    ReplyDelete
  4. Saya sudah praktekkan sistem ini dengan beberapa tanaman sayuran, tetapi untuk cabai belum saya coba. Kayaknya saya juga perlu mencoba tanam cabai dengan sistem ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo sayuran pakai pralon gmn carannya? kira2 yg bisa sayuran apa saja?

      Delete
  5. Pak Robert apakah benar 1 pralon bisa menghasilkan 100kg? Sesuai penjelasan dan pengalaman bapak?kami kelompok lantana tertarik untuk mencoba, mohon bimbingannya kalau bapak punya no hp yang bisa dihubungi untuk berbagi pengalaman, ini no saya 08170820599. Terima kasih

    ReplyDelete
  6. Terima kasih banyak atas artikelnya.
    Ingin banget praktek bikin kebun vertikal ini tapi saya punya beberapa pertanyaan:
    # Lubang-lubang paralon itu apakah membentuk 4 baris keatas ?
    # Bagian atas paralon baik tidak kalau kita tutup, karena saya khawatir kalau kita meletakkannya di alam terbuka dan akan merusak tanah (longsor) ketika hujan datang

    ReplyDelete
  7. Keren,, ide kreatif
    terima kasih sudah sharing, saya akan coba

    ReplyDelete
  8. media tanamnya bisa dipakai berapa kali pak? terima kasih.

    ReplyDelete
  9. apakah memang benar 1 batang menghasilkan 1,5 - 2 kg

    ReplyDelete
  10. apakah benar benih yang di mangkok itu benih cabe,kok terlihat panjang dan lebar

    ReplyDelete
  11. Untuk penahan tanahnya tiap2 lubang pake apa ?

    ReplyDelete
  12. thanks infonya... bagaimana cara saya berkonsultasi bila saya mau menjalankan usaha ini?

    ReplyDelete
  13. benih cabe dalam mangkok memang terlihat panjang..hal ini dikarenakan proses pembibitan murni dari buah cabe yang dikeringkan kemudian dibelah dan dicelupin ke media air.

    ReplyDelete
  14. mungkin yg dimaksud 1 batang paralon menghasilkan cabe 1.5 - 2 Kg, kl 1 paralon 100 kg logikanya gak sempal tuh batangnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya gmn caranya dong, massa pake nanya lagi sie,,, kalo lu bisa, malah bagus ntu.

      Delete
    2. itu perkiraan 1,5 - 2 kg per btang, dari mulai berbuah sampai tdak produktif lgi, tdak langsung 2 kg buah per pohon pak. mana ada cabe rawit yg bisa berbuah langsung 2 kg per pohon.

      Delete
  15. bagus bgt, mengakali halaman yang terbatas tapi hasilnya lebih banyak, sangat menginspirasi untuk mengisi waktu dan menghasilkan sesuatu

    ReplyDelete
  16. Saya ingin coba nih....tertarik membudidayakan sayuran organik.
    Thanks sharingnya......

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. kalau jarak paralon dengan paralon yang lain berapa meter ya...?

    ReplyDelete